Selasa, 23 November 2021

CARA MENGHADAPI ANAK YANG MELAWAN DAN KERAS KEPALA

 Anak - anak yang berusia 2-5 tahun ada kalanya suka melawan dan keras kepala, hal ini merupakan hal yang lumrah karena pada fase ini anak - anak diusia 2-5 tahun mulai memiliki rasa keinginan dan hasrat untuk mewujudkan apa yang menjadi keinginannya.

Beberapa sebab yang menimbulkan anak - anak  suka melawan dan keras kepala diantaranya :

1. Mencontoh apa yang dilihat dan didengarnya, anak - anak yang suka melawan dan keras kepala memiliki kecenderungan dipengaruhi oleh lingkungannya yang terdekat yaitu keluarga (terutama Orang Tua)

Apabila dalam satu rumah tersebut sering terjadi pertengkaran ataupun perdebatan diantara anggota keluarga, kemudian anak melihat - dan mendengar, maka memori anak akan mengkopi kebiasaan lingkungan terdekatnya tersebut.

Orang tua yang keras kepala cenderung memiliki kemungkinan lebih besar memiliki anak yang berwatak keras kepala juga 


2. Orang Tua tidak memiliki keterikatan kasih sayang dan pengertian kepada  anak (memaksakan kehendak )


3. Terlalu sering disuruh mengalah, tanpa adanya penjelasan yang mudah dipahami dan dimengerti oleh anak


4. terlalu dimanjakan, segala keinginannya selalu dituruti tanpa adanya konsekuensi


Banyak Orang Tua yang mengeluh dengan karakter anaknya yang mudah marah dan keras kepala, mereka bingung bagaimana cara menasehati buah hatinya

Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa diterapkan oleh orang tua dalam menghadapi anak yang keras kepala dan suka melawan


1. Introspeksi Diri / Bercermin pada diri sendiri

Sering kita tidak menyadari bahwa kita memiliki buah hati yang keras, salah satu sebabnya adalah diri kita sendiri sebagai orang tua. Bila Kita memiliki hati yang keras, sukar dinasehati, tentu saja secara tidak langsung itu juga akan menular pada diri buah hati kita. Jika setiap hari buah hati Kita melihat hal ini, tentu lama - kelamaan buah hati kita akan menirunya. Apabila saat ini Kita terlalu sombong, marilah Kita merendahkan ego dan hati Kita, bila Kita kurang mau mendengarkan orang lain, mulai saat ini Kita harus belajar mendengarkan. supaya Kita pun juga akan semakin mengerti segala kebutuhan buah hati Kita, dengan mau dan menyediakan waktu untuk buah hati Kita.


2. Hendaklah lebih fleksible, lebih memberikan kasih sayang dan pengertian kepada anak

kebutuhan seorang anak sbenarnya tidak banyak. mereka menginginkan perhatian dan kasih sayang kita sebagai orang tua. kasih sayang dan perhatian yang cukup akan meminimalisir keinginan anak - anak pada "materi" (permainan, jajan dll). Jikalau anak mulai minta ini  itu, mudah merengek, dan cepat bosan terhadap apa yang dia punya, sebenarnya sebagai ungkapan atau pengaruh dari adanya bagian hati mereka yang kosong. Bagian hati mereka yang kosong hanya bisa diisi dengan kasih sayang dan kehangatan yang ada didalam sebuah keluarga.


3. Salurkan Hobinya

Setiap anak memiliki bakat dan minat yang berbeda. sebagai orang tua kita harus cermat mengerti hal ini . misalnya bila buah hati kita suka mencoret - coret diatas kertas atau tembok, maka berikanlah anak media untuk menyalurkan kesukaannya tersebut, menjadi kebiasaan/ hobi yang positif. hal ini akan sangat mengurangi pengaruh - pengaruh negatif dari luar yang bisa menyebabkan mereka gampang marah, bosan, sedih dan sifat - sifat kurang baik lainnya


4. Jadilah Orang Tua yang bijak

Orang tua yang ijak memiliki kepekaan terhadap buah hatinya, selalu berusaha melakukan yang terbaik dan memberikan pilihan yang terbaik kepada sang buah hati. yang terbaik bagi anak, kadang bukanlah yang terbaik bagi orang tua

disinilah Kita terkadang menemukan kesalah pahaman antara orang tua dan anak. Agar pilihan orang tua dan anak bisa selaras disinilah Kita seharusnya menciptakan komunikasi yang intens.


Orang tua wajib memberikan kebersamaan yang berkualitas, banyak terjadi perselisihan antara orang tua dan anak karena adanya "batas" antara orang tua dan anak, dan dari kedekatan inilah orang tua bisa bersikap bijak pada anak.


5. Tidak mempermalukan anak didepan umum

saat ingin menasehati anak, baiknya lakukan saat berdua saja dengan anak, jangan didepan orang lain, baik temannya, saudaranya, kerabat atau tetangga. dan lakukan dengan cara yang lembut

Jangan berkata "Kamu tidak boleh..... begini dan begitu" tetapi katakanlah "Kalau kamu suka dengan hal itu ... maka akibatnya akan begini .... "

cara tersebut tidak akan membuat anak berkecil hati dan minder


6. Tidak memaksa

kita harus belajar menasehati anak dengan cara yang lembut tanpa ungsur paksaan, kita harus belajar mengajak dari pada menyuruh.

karena menyuruh berarti meminta orang lain mengerjakan sesuatu dengan paksaan sedang kita tidak melakukan pekerjaan yang diperintahkan kepada si Anak


Sedangkan mengajak disana tercipta suasana kebersamaan, sehingga si anak akan melakukannya dengan kerelaan


7. Saat yang tepat menasehati

Waktu yang tepat untuk menasehati (mentransfer ilmu moral) pada anak adalah saat si buah hati pada keadaan rileks, sehingga mereka mudah menyerap apa yang Kita sampaikan

8. Bersikap Berimbang dalam mendidik anak, tidak memanjakan dan tidak mengekang

9. memberikan Reward atas sikapnya yang baik



itulah beberapa cara menghadapi anak yang suka melawan dan keras kepala

semoga manfaat

silakan berkomentar


salam

Bahagia adalah Pilihan

 Seringkali Kita terjebak dalam masalah - masalah yang membelenggu ruang Bahagia Bathin Kita, diantaranya seperti : kesempitan ekonomi, kega...